DIRJEN YANKES RESMIKAN LIMA PUSKESMAS PERBATASAN

Tanggal : 06-Aug-2018 | Dilihat : 108 kali

Kapuas Hulu (02/08) – Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Bambang Wibowo, Sp. OG(K), MARS meresmikan lima Puskesmas Perbatasasan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kepala Badan PPSDM Kesehatan berserta Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan turut serta dalam Peresmian Puskesmas Perbatasan tersebut. Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dr Harisson, dan para tamu undangan lainnya.

Lima puskesmas yang diresmikan yaitu, Puskesmas Badau, Batang Lupar, Embalong Hulu, Empanang, dan Puring Kencana. Kelima puskesmas tersebut berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, yang masuk wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Acara peresmian diselenggarakan di Halaman Kecamatan Badau, kabupaten Kapuas Hulu. Puskesmas tersebut dipilih menjadi lokasi acara karena posisinya yang berdekatan dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau yang berdatasan langsung dengan negara Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatn membangun Pembangunan Puskesmas di wilayah perbatasan adalah upaya percepatan pembangunan di daerah perbatasan. Sesuai dengan semangat Nawacita yang kelima yaitu peningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 124 Puskesmas Perbatasan di seluruh titik terluar Indonesia. Puskesmas tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran DAK Afirmasi bidang kesehatan tahun 2017. 

Dalam Sambutannya Dirjen Yankes menyatakan bahwa, “puskesmas ini adalah bukti komitmen pembangunan Pemerintah Pusat di daerah. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan puskesmas akses pelayanan semakin baik. Puskesmas yang ada juga harus dirawat bersama dengan baik," 

dr. Bambang menngungkapkan, adanya puskesmas yang secara fisik baik, maka mutu layanan juga harus membaik. Ini butuh sarana lain, terpenting adalah sdm. “Untuk itu Jadi kunjungan ini kami datang untuk melihat kebutuhan kesehatan masyarakat di perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sejauh mana," ucapnya.

Menurutnya, Perbatasan tidak bisa disamakan dengan wilayah lain. Seperti RSUD Putussibau akan jadi pertimbangan untuk fasilitas lebih baik. "Ini karena perbatasan harus jadi muka negara yang terfasilitasi lebih baik," ungkapnya. 

Hal terpenting lainya kata Dirjen adalah upaya penyembuhan yang sakit. Bukan sekedar alatnya. “Program Indonesia sehat harus dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Dirjen yankes menyampaikan banyak teriima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang telah berhasil membangun 5 (lima) Puskesmas di daerah perbatasan. Untuk itu diharapkan kepada semua puhak agar Puskesmas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya.