FHC MENYAPA MASYARAKAT KAMPUNG GAG

Tanggal : 03-May-2019 | Dilihat : 478 kali
WAISAI (28/4) - Kegiatan Flying Health Care (FHC) bertujuan untuk meningkatkan akses dan ketersediaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas daerah terpencil dan sangat terpencil yang tidak dapat dilakukan dengan Puskesmas keliling (pusling) akibat keterbatasan sumber daya di Puskesmas. Pada tahun 2019 terdapat 13 lokus pelaksanaan FHC di 9 provinsi, salah satunya adalah Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat.

Setelah menempuh perjalanan laut selama empat jam lebih dari Distrik Waisai, akhirnya tim FHC Kementerian Kesehatan tiba di Kampung Gag, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat dan diterima oleh Kepala Puskesmas Manyaifun beserta jajarannya (23/4).Rabu pagi (24/4) bertempat di balai desa, tim FHC mulai melakukan pelayanan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan dasar (pemeriksaan TB, BB, tekanan darah, dan konsultasi dengan dokter umum), pelayanan kesehatan dokter spesialis (anak, kulit dan THT), pemeriksaan ANC oleh bidan, pemantauan pertumbuhan perkembangan dan penilaian status gizi balita dengan pengukuran panjang dan penimbangan berat badan balita, pelayanan laboratorium, pelayanan kesehatan tradisional dan farmasi.

Selain itu juga dilakukan kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan sosialisasi terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pola makan sehat dengan gizi seimbang (Isi Piringku), asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga yang ada di kampung Gag dan akupresur.

Keesokan harinya (25/4), tim FHC kedatangan sebanyak 50 orang siswa SD (kelas 1-4) untuk dilakukan pemeriksaan tumbuh kembang (TB dan BB), skrining THT dan kulit serta pemberian pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis anak, THT, dan kulit. Para siswa juga diajarkan cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan menggosok gigi yang benar melalui praktik langsung. Selain itu, dilakukan edukasi akupresur bagi anak sekolah.

Pada saat berlangsungnya kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tiba-tiba tim FHC dikejutkan dengan adanya informasi bahwa ada salah satu warga yang baru saja melahirkan namun bayinya mengalami gangguan pernapasan/ respiratory distress syndrome (RDS). Dengan sigap, dokter spesialis anak beserta perawat yang ada dalam tim FHC langsung menuju rumah warga tersebut. Puji syukur kepada Tuhan, bayi tersebut dapat diselamatkan. Namun berdasarkan catatan, warga tersebut tidak pernah memeriksakan kesehatan pada bidan setempat selama masa kehamilannya dan mengingat kampung Gag masih termasuk daerah endemi malaria maka dilakukan tes darah pada bayi untuk mengecek apakah ada resiko malaria. Hasil dari pemeriksaan laboratorium, ternyata bayi tersebut positif mengidap malaria.

Disela kegiatan pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat, tim surveilans FHC bersama petugas Kesling puskesmas Manyaifun melakukan dilakukan kunjungan ke 15 rumah untuk mengetahui status imunisasi bagi anak dan balita, sosialisasi terkait backlog imunisasi dan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I/campak, difteri, pertusis, tetanus, tuberculosis), pencarian kasus Accute Flacid Paralysis (AFP/lumpuh layu mendadak) non polio, dan pemantauan indikator keluarga sehat (suluh BAB dan pemusnahan sampah yang benar).

Setiap hari setelah selesai pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tim FHC Kemenkes melakukan peningkatan kapasitas dan penguatan program melalui On the Job Training (OJT) kepada SDM puskesmas. Adapun materi yang diberikan terkait kesehatan anak (MTBS dan penyakit diare), kesehatan kulit (scabies:creeping eruption dan pytiriasis versicolor), kesehatan indera THT (penyakit penyebab ketulian yang dapat dicegah, penggunaan alat THT, benda asing dan emergency di bidang THT), pelayanan kesehatan tradisional (asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga yang ada di kampung Gag dan akupresur), promosi kesehatan, Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), surveilans AFP, dan backlog imunisasi.Sampai hari Jumat (26/4) tercatat 263 orang masyarakat kampung Gag telah dilayani oleh tim FHC Kemenkes.

Dari hasil pemeriksaan dan pelayanan kesehatan selama di kampung Gag, ditemukan penyakit malaria, suspect TB, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), kusta, dermatitis, hipertensi, diabetes mellitus, infeksi telinga luar dan tengah, impaksi serumen, presbiakusis serta kasus stunting.Upaya yang dilakukan Pemerintah dengan membentuk tim FHC yang terdiri dari perwakilan dinas kesehatan provinsi, kabupaten dengan melibatkan Puskesmas serta dukungan dari RS vertikal terdekat dengan lokus FHC ini, diharapkan dapat membantu penguatan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat agar terwujudnya paradigma sehat.

Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan  Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com

Pelayanan Kesehatan Primer