HERNIA NUCLEUS PULPOSUS

Tanggal : 14-Jan-2020 | Dilihat : 359 kali
Oleh:  dr. Aditya Kurnianto, Sp.S dan Dr. dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K)

Penyakit hernia nukleus pulposus (HNP) adalah penyakit yang terjadi ketika bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. HNP juga dikenal dengan istilah saraf terjepit. Saraf tulang belakang yang kejepit ini dapat menimbulkan gejala nyeri punggung bawah (pinggang) atau nyeri pada leher, tergantung lokasi terjadinya HNP.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Jika bantalan yang bergeser tidak sampai menjepit saraf, penderita mungkin hanya merasakan sakit punggung ringan atau bahkan tidak merasakan sakit sama sekali. Namun bila hernia menekan atau menjepit saraf tulang belakang, gejala yang muncul tergantung pada lokasi dan banyaknya saraf yang terjepit.

Berikut adalah gejala saraf kejepit berdasarkan lokasinya:

Gejala HNP di leher

HNP yang menjepit saraf di leher disebut juga dengan HNP cervical. Beberapa gejalanya adalah:
  • Nyeri pada leher dan bahu yang menjalar ke lengan.
  • Kesemutan, lemah, atau kaku otot di salah satu lengan.
  • Sensasi seperti terbakar di leher, bahu, dan lengan.

Gejala HNP di punggung bawah                                

HNP lumbal atau hernia yang menjepit saraf di pinggang atau punggung bawah, dapat memunculkan sejumlah gejala berikut:
  • Sakit di punggung bagian bawah yang makin memburuk ketika bergerak.
  • Nyeri seperti tertusuk di area bokong yang menjalar ke salah satu tungkai.
  • Kesemutan atau lemah otot di tungkai.
  • Meskipun jarang terjadi, HNP lumbal juga dapat menyebabkan penderitanya tidak bisa menahan buang air kecil.
Penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

HNP disebabkan oleh melemahnya jaringan di bantalan tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang sehingga rentan terhadap cedera. HNP juga dapat terjadi akibat seseorang terjatuh atau mengalami benturan pada tulang belakang.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami saraf kejepit, yaitu:
  • Memiliki keluarga dengan riwayat saraf kejepit.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Mengangkat beban berat dengan posisi dan tumpuan yang salah.
  • Melakukan gerakan menunduk dan berputar secara mendadak atau berulang.
Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami dan aktivitas apa saja yang dilakukan pasien sebelum muncul gejala. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan saraf. Pemeriksaan saraf dilakukan dengan mengukur kekuatan dan refleks otot, serta kemampuan bagian tubuh dalam merasakan rangsangan. Bila dicurigai mengalami HNP, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab dari nyeri punggung yang dirasakan, seperti:
  • Pemindaian CT Scan atau MRI, untuk melihat kondisi tulang belakang.
  • Elektromiografi (EMG), untuk mengukur aktivitas listrik otot saat berkontraksi.
Pencegahan Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Meski HNP tidak selalu dapat dicegah, Anda bisa mengurangi risiko saraf kejepit dengan melakukan langkah-langkah berikut:
  • Berolahraga secara teratur, terutama jenis olahraga yang dapat menguatkan otot serta sendi di tungkai dan punggung, misalnya berenang.
  • Menjaga postur tubuh yang baik, seperti duduk dengan punggung yang tegak, atau mengangkat beban dengan posisi yang benar.
  • Mempertahankan berat badan ideal, untuk mencegah tekanan berlebih pada tulang belakang.
  • Berhenti merokok, karena kandungan di dalam rokok bisa mengurangi suplai oksigen ke bantalan tulang belakang.
  • Sesekali berdiri dan lakukan peregangan jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk duduk dalam waktu yang lama.
  • Tanyakan kepada dokter kapan Anda dapat bekerja lagi dan beraktivitas secara normal kembali
  • Hubungi dokter jika gejala memburuk
  • Hubungi dokter jika Anda mengalami lumpuh di kaki, anus sakit, kesulitan buang air kecil atau buang air besar, dan lemah otot secara mendadak pada setiap bagian dari tubuh, terutama kaki.

Artikel