JKMB, DUKUNG PENUH OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN ASMAN TOGA DAN AKUPRESURE LODTUNDUH

Tanggal : 10-Oct-2017 | Dilihat : 224 kali

Denpasar (9/10) – “Kami, Jaminan Kesehatan Masyarakat Bali (JKMB) sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Propinsi berkomitmen penuh mengoptimalisasikan pemberdayaan Asuhan Mandiri TOGA dan Akupresure di Desa Lodtunduh”. Demikian disampaikan oleh Kepala UPT JKMB, Mahadewi pada wawancara dan verifikasi yang dilakukan oleh tim penilai dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI.

JKMB merupakan UPT Dinkes Propinsi Bali yang memberikan pelayanan kesehatan tradisional kepada masyarakat. Pelayanan yang diberikan meliputi spa, akupuntur, akupresure, serta pelayanan obat herbal. Dengan memberikan pelayanan tersebut, JKMB berkomitmen mengoptimalakan upaya kesehatan promotif dan preventif agar masyarakat Bali dapat sehat, bugar, tanpa obat.

Komitmen tersebut terwujud dari bentuk perhatian JKMB dalam membina pemberdayaan Asuhan Mandiri melalui pendekatan TOGA dan Akupresure bagi masyarakat Desa Lodtunduh. Dengan bersinergi dengan para stakeholder setempat, gubernur, bupati, camat, perbekel, kelompok PKK dan keluarga binaan di desa setempat, hingga lintas sektor dengan dinas pertanian setempat, JKMB dapat terus mengoptimalkan dan mendukung Lodtunduh hingga menjadi salah satu nominasi dalam penilaian nasional pemberdayaan Asman TOGA dan Akupresure kategori pedesaan.

Selain mendukung pemberdayaan penanaman minimal lima tanaman TOGA yang harus ditanam dan dimanfaatkan oleh warga Lodtunduh, JKMB juga melalui kader-kadernya mengajarkan petunjuk Asuhan Mandiri melalui pendekatan Akupresure. Melalui bimbingan Bapak Sukriye, dia mengajarkan petunjuk asman akrupesure sederhana, yang diharapkan warga Lodtunduh dapat mengimplementasikannya sebagai penunjang pemanfaatan TOGA dalam upaya promotif preventif bagi kesehatan.

“Melalui kader-kader aktif kami, kami terus berupaya mempopulerkan kesehatan tradisional agar mengakar dalam keseharian masyarakat Bali,” ujar Mahadewi.

Mahadewi juga menambahkan, dengan latar belakang sejarah Bali yang sejak zaman kerajaan telah termasyur dengan kekayaan ramuan-ramuan tradisionalnya serta kebudayaan yang hingga sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali, kiranya cita-cita membudayakan kembali kesehatan tradisional di Bali bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Hanya butuh komitmen dan realisasi untuk membangkitkan kembali budaya dan tradisi tersebut di kalangan para penerus saja. **DNI/IKJ