KENALI DAN CEGAH STROKE LEBIH DINI

Tanggal : 25-Nov-2019 | Dilihat : 127 kali
Oleh:  KSM Neurologi RSUP Dr.Kariadi

Stroke adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah otak. Stroke bias disebabkan sumbatan ataupun perdarahan. Diperlukan pemahaman pada seluruh masyarakat, untuk lebih waspada apabila keluarga/orang terdekat mengalami gejala stroke. Untuk memahami gejala stroke secara sederhana, bisa digunakan “jembatan keledai” SeGeRa Ke RS.

Se berarti Senyuman, mintalah pasien untuk tersenyum. Apabila tidak simetris, perlu dicurigai terjadi gejala stroke.

Ge berarti Gerakan, mintalah pasien untuk menggerakkan kedua tangan atau kedua kakinya. Apabila ada kelemahan anggota gerak satu sisi, kita perlu mewaspadai adanya gejala stroke.

Ra dari BicaRa, perhatikan apakah bicara pasien pelo atau cedal. Untuk mengetahuinya lebih mudah, mintalah pasien mengucapkan kata dengan huruf konsonan “R” seperti “ular melingkar di pagar”. Pelo mendadak bias menjadi salah satu tanda stroke.

Ke berarti Kebas, tanyakan pada pasien apakah tubuhnya terasa kebas/mati rasa. Hal ini biasanya terjadi pada salah satu sisi tubuh.

R berarti Rabun, tanyakan pada pasien apakah pandangannya kabur. Perlu diperhatikan kondisi pasien sebelumnya, apakah pandangan kabur sudah lama, atau memakai kacamata.

S berarti Sakit kepala, penderita stroke akan mengalami sakit kepala hebat yang mendadak, belum pernah dialami sebelumnya. Bisa pula terjadi gangguan keseimbangan, seperti terasa berputar, maupun gerakan sulit dikoordinasi.

Jembatan keledai di atas bisa digunakan untuk mendeteksi stroke sejak awal. Tidak harus semua gejala muncul, bisa jadi hanya satu atau dua gejala saja. Hal ini disebabkan karena proses stroke bergantung pada daerah/area otak yang terkena. Apabila area yang terkena merupakan area gerak, maka gangguan yang ditemukan ialah kelemahan anggota gerak, dsb.

Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan. Dengan deteksi lebih awal, dapat dilakukan manajemen tatalaksana lebih baik, sehingga meminimalisir terjadinya kecacatan. Pada stroke sumbatan, bila gejala ditemukan dalam 3 jam, diberikan suntikan untuk memperlancar peredaran darah otak. Tindakan ini disebut trombolisis. Tidak semua RS memiliki tindakan trombolisis, RSUP dr. Kariadi ialah salah satu RS yang melayani tindakan tersebut. Dikenal istilah “time is brain”, yang menunjukkan pentingnya kecepatan waktu dalam penanganan stroke.

Untuk mencegah stroke, dimulai dengan menghindari factor risikonya. Faktor risiko yang bias dicegah antara lain:penyakit tekanan darah tinggi, kencing manis, jantung, merokok, konsumsi alkohol, kegemukan, kurang olahraga, serta henti napas saat tidur. Mencegah stroke dapat dilakukan dengan cara pola hidup sehat, pola makan sehat, dan rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Secara sederhana, mencegah stroke dapat dilakukan dengan langkah 3 O dan 4 G.

O yang pertama yakni Olahraga, lakukanlah olahraga secara rutin, minimal 30 menit/ hari. Olahraga bias dimulai dengan jalan santai, berlari, senam, bulutangkis, dan lain sebagainya, sesuai dengan hobi.

O yang kedua dan ketiga ialah Olahseni dan Olahbatin. Stroke dapat diperburuk dengan kondisi stress. Dengan melakukan hobi, seperti berkarya di bidang seni, maupun meluangkan waktu untuk rileks sejenak di sela padatnya aktivitas, diharapkan mampu menyegarkan pikiran.

Selain itu, dapat dilakukan 4G, yakni kurangi Gula, kurangi Garam, kurangi Gorengan, dan hindari keGemukan. Pada dasarnya, keempat komponen 4G ini dapat dicapai dengan pola makan yang sehat, yakni dengan memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin yang cukup.

Dengan menjalankan pola hidup yang sehat, diharapkan dapat mencegah terjadinya stroke. Salam sehat.

Artikel