MENGENAL PTERIGIUM

Tanggal : 15-Jan-2020 | Dilihat : 107 kali
Oleh: dr. Rio Rhendy, Sp.M (Departemen mata RSCM - FKUI)

Paparan radiasi sinar ultraviolet , iritasi kronis akibat debu, angin atau benda-benda asing dapat memicu tumbuhnya jaringan abnormal (fibrovaskular) pada mata.

Pterigium ialah penyakit mata yang diakibatkan tumbuhnya jaringan dilapisan selaput tipis bening (konjungtiva) dibagian putih mata berbentuk segitiga. Pada umumnya pterigium hanyalah selaput yang tumbuh pada permukaan bola mata tanpa ada keluhan lain. Jaringan tersebut biasanya tumbuh di bagian mata yang dekat dengan hidung. Namun kondisi ini dapat berkembang secara perlahan hingga mencapai kornea dan bahkan dapat menyebabkan turunya tajam penglihatan jika telah mencapai manik mata (pupil). Pertumbuhan jaringan ini mungkin terlihat mengerikan, namun jaringan tersebut tidak berbahaya. Pterigium sering muncul pada orang-orang berusia 20-40 tahun keatas. Kondisi ini ditemukan lebih banyak pada pasien laki-laki dibanding perempuan.

Pterigium dapat tumbuh pada satu atau kedua mata. Penyebab pasti tumbuhnya selaput ini belum diketahui secara pasti, akan tetapi kondisi ini banyak dialami oleh orang-orang yang sering beraktifitas diluar ruangan. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa kondisi geografis berperan penting dalam kemunculan penyakit ini, sehingga akan banyak didapatkan angka penyakit yang cukup tinggi di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa. 

Beberapa faktor resiko lain yang dapat menyebabkan ialah paparan radiasi sinar ultraviolet atau sinar matahari , iritasi kronis akibat debu, angin atau benda-benda asing.  Sinar ultraviolet, khususnya UV-B, berpotensi menyebabkan terjadinya mutasi pada gen penekan tumor. Kondisi ini mengakibatkan perkembangbiakan sel-sel yang berlebihan pada mata, sehingga terjadi penumpukan dan pembentukan jaringan (jaringan fibrovaskular).

Tanda-tanda dan gejala kondisi ini umumnya bervariasi, bahkan pada beberapa pasien kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, beberapa gejala-gejala umum yang biasanya terasa dan terlihat ialah mata merah, padangan kabur, gatal iritasi pada mata dan sensasi ada benda asing di mata. Gejala – gejala yang timbul umumnya akan meningkat seiring peningkatan stadiumnya.

Pengobatan pterigium:Pada umumnya tidak memerlukan tindakan khusus jika kondisinya masih dalam kategori ringan. Namun, jika sudah menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman bahkan sampai mengganggu aktivitas keseharian akibat tajam penglihatan yang menurun, maka dibutuhkan suatu pengobatan khusus.

Pengobatan yang dapat diberikan dimulai dari obat tetes hingga tindakan operasi pengambilan selaput. Tindakan biasanya dilakukan dalam anestesi lokal dengan beberapa teknik tatalaksana yang dapat dilakukan tergantung dari derajat keparahan jaringan yang tumbuh.

Komplikasi yang dapat timbul pasca operasi pterigium ialah :
  1. Rasa mengganjal  
  2. Jaringan parut pada kornea (gambaran putih) (gambar 2)
  3. Penipisan lapisan kornea.

PKRS RSCM

Artikel