MONEV PERCEPATAN AKREDITASI RS WILAYAH BARAT

Tanggal : 03-Aug-2018 | Dilihat : 728 kali

Medan (01/08) -  “Akreditasi Rumah Sakit menjadi sangat penting untuk dilaksanakan sebagai tolak ukur fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu”, demikian disampaikan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Akreditasi RS Wilayah Barat.

Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui akreditasi secara berkala setiap 3 tahun, diharapkan dapat mempercepat tercapainya Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia pada tahun 2019. Dimana Kondisi fasilitas pelayanan kesehatan yang diharapkan pada tahun 2019 telah memiliki kompetensi meliputi sarana, prasarana, alat kesehatan, SDM, akreditasi, pembiayaan dan sistem rujukan, jelas  Bambang.

Menurut WHO, UHC merupakan sistem kesehatan memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.

Bambang menambahkan bahwa dari hasil monev akreditasi RS yang telah dilaksanakan terungkap beberapa kendala antara lain terkait perijinan IPAL, struktur organisasi dimana pimpinan RS bukan SDM Kesehatan, sumber pembiayaan yang belum cair, masa berlakunya perijinan operasional RS, dan proses persiapan akreditasi RS yang belum optimal. Oleh karenanya diperlukan koordinasi lintas sektor terkait untuk mewujudkan tercapainya fasilitas kesehatan yang bermutu dan terakreditasi. **IWJ/DNI

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes@gmail.com