PELANTIKAN PEJABAT FUNGSIONAL AHLI UTAMA DAN PEJABAT ADMINISTRASI (ESELON III DAN IV) DI LINGKUNGAN DITJEN PELAYANAN KESEHATAN

Tanggal : 08-Jan-2018 | Dilihat : 345 kali

Jakarta. Senin (8/1) bertempat di di Ruang Auditorium Siwabessy Lantai 2 Gedung Prof. Dr. Sujudi telah dilaksanakan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi pejabat administrator dan pengawas (eselon III dan IV) di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Menteri Kesehatan Nomor: KP.03.03/IV/1129/2017 dan KP.03.03/IV/1130/ 2017 tanggal 20 Desember 2017 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Administrasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS mengatakan bahwa  pada hakekatnya, pengangkatan PNS ke dalam suatu jabatan merupakan amanah dan pemberian kepercayaan dari atasan serta penghargaan atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh pegawai yang bersangkutan.

Dihadapan 8 orang Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama dan pejabat baru administrator (eselon III) berjumlah 23 orang serta pengawas (eselon IV) berjumlah 44 orang, Dirjen Yankes memaparkan beberapa hal yang menjadi tantangan  antara lain agenda Nawacita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui Program Indonesia Sehat dengan model pendekatan Keluarga Sehat, peningkatan anggaran untuk mendukung upaya preventif melalui Program Keluarga Sehat dan program prioritas (money follow program), dan mengubah paradigma kerja dari yang konsumtif menjadi produktif dimulai dari hal yang kecil dan dari diri sendiri.

  1. Adapun sebagai penutup, Dirjen Yankes berpesan kepada para pejabat yang baru saja dilantik supaya :
  2. Menjadikan jabatan sebagai suatu amanah sehingga senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan cara yang paling baik kepada masyarakat.
  3. Melaksanakan reformasi dan inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun dengan tetap dalam koridor hukum;
  4. Bersikap terbuka bersedia menerima kritik dari semua pihak;
  5. Mengembangkan kemampuan diri dalam aspek teknis dan manajerial agar dapat menjadi panutan yang handal dalam menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan.
  6. Komitmen dalam menjalankan tugas guna mewujudkan visi organisasinya masing-masing secara optimal.
  7. Keberhasilan yang dicapai oleh para pendahulu supaya dipertahankan dan ditingkatkan. Kekurangan dan kelemahan yang dijumpai dapat diperbaiki secara bersama-sama melalui tim work yang solid.
  8. Menumbuhkan suasana yang kondusif serta kekompakan antar staf  untuk menjamin kelancaran tugas-tugas.
  9. Menerapkan budaya kerja yang positif dalam menjawab tantangan akan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
  10. Bekerjalah dengan sungguh–sungguh dan niat yang tulus untuk membangun dan meningkatkan prestasi terbaik demi kemajuan organisasi. Karena tugas dan kewajiban yang diemban harus dipertanggungjawabkan bukan saja kepada pejabat yang berwenang mengangkat tetapi secara moral harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan YME.
  11. Ikut serta dalam mencapai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di unit kerja masing–masing.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes@gmail.com