RSUP SANGLAH CANANGKAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM

Tanggal : 13-Feb-2017 | Dilihat : 451 kali

Denpasar – RSUP Sanglah Denpasar mencanangkan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan Wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di aula RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Kamis (9/2) pagi.

Acara yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS dihadiri pula oleh Inspektur Investigasi Kemenkes, Kepala Ombudsman RI Provinsi Bali, BPK Provinsi Bali, Walikota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, Kepala Dinkes Provinsi Bali, Dekan FK Universitas Udayana dan Dewan Pengawas RSUP Sanglah serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya dr. Bambang menjelaskan bahwa saat ini RSUP Sanglah sudah cukup baik, namun perlu ada ukuran-ukuran yang harus dilakukan dan ada instrumen dari Kementerian PAN&RB untuk mengukurnya, “disini akan diukur apakah RSUP sanglah sudah melakukan hal-hal sesuai dengan instrumen sebagai suatu organisasi pemerintah yang memenuhi syarat sebagai wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani” ucapnya.

“Sanglah telah berhasil lulus JCI, maka menuju WBBK/WBBM bukan hal yang sulit, jadikan keberhasilan JCI  sebagai semangat dan modal untuk berhasil lulus WBK. JCI saja bisa lulus, WBK/WBBM semestinya tidak sulit”, ujar mantan Direktur  Utama RS Kariadi Semarang ini.

Dr. Bambang menegaskan Jika WBK/WBBM benar-benar diterapkanmaka akan berujung pada pelayanan yang bermutu dan tata kelola yang baik sehingga akan terjadi efisiensi dan kesejahteraan pegawainya akan tercapai. “Sejahtera atau tidaknya pegawai di sanglah sebagai akibat dari yang kita lakukan bersama-sama” ungkapnya dihadapan para undangan.

“Saya berharap tahun ini kita bisa bahu membahu untuk meraih predikat WBK dan tahun depan bisa WBBM. Saya ucapkan terima kasih kepada semua mitra yang membantu percepatan di RS Sanglah untuk mencapai WBK/WBBM” tutup dr. Bambang mengakhiri sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Investigasi Kemenkes, drg. Rarit Gempari, MARS, QIA mengungkapkan kebahagiannya terhadap komitmen RSUP Sanglah, dari direktur utama sampai pegawai berkomitmen menuju WBK/WBBM.“RS Sanglah sebagai pemicu bagi rumah sakit lain untuk semangat menuju WBK/WBBM” ujarnya.

Masih menurut drg. Rarit, diharapkan tahun 2017 akan semakin bertambah satker yang mendapatkan predikat WBK/WBBM, karena hal tersebut bisa memperkecil praktik korupsi.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : humas.yankes@gmail.com