WORKSHOP PRASARANA PENGELOLAAN LIMBAH B3 DALAM RANGKA AKREDITASI RS

Tanggal : 13-Mar-2017 | Dilihat : 1270 kali

Yogyakarta (9/03) - Workshop Prasarana Pengelolaan Limbah B3 dalam Rangka Akreditasi RS diselenggarakan pada tangal 7 – 10 Maret 2017 di Hotel Harper Mangkubumi Yogyakarta dihadiri oleh para sanitarian dari 51 RS pemerintah sebagai peserta. Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diwakili oleh Plt. Kasubdit Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan pembinaanterhadap pengelolaan limbah di Rumah Sakit guna mengatasi permasalahan limbah yang belum terselesaikan.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dalam hal ini Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan mempunyai tanggung jawab yang besar agar seluruh sarana, prasarana dan alat kesehatan di Indonesia memenuhi standar pelayanan, keamanan serta keselamatan dan kesehatan sehingga sesuai dengan standar nasional maupun internasional termasuk di dalamnya instalasi pengolah limbah (insinerator dan instalasi pengolahan air limbah).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu dalam kegiatan ini juga  dilaksanakan kunjungan lapangan ke RSUP dr. Sardjito sebagai instansi yang berhasil mempertahankan prestasi selama 5 kali berturut-turut hasil penilaian Propernya berwarna biru dan RSUP dr. Sardjito berprestasi menjadi Juara pertama dalam Lomba Green Hospital yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan sebagai rangkaian kegiatan dari Hari Kesehatan Nasional Tahun 2016, serta berhasil mendirikan Bank Sampah sebagai solusi masalah limbah di RS. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan di Instalasi Binatu, Pengolahan Limbah Dapur, Genset, TPS dan Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Kondisi saat ini masih banyak Rumah Sakit yang memiliki insinerator tapi belum memiliki ijin operasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan berdampak negatif bagi penghuni Rumah Sakit, masyarakat di sekitar Rumah Sakit dan lingkungan. Adanya acara ini diharapkan dapat menjembatani pihak Rumah Sakit untuk mengetahui prosedur pengurusan ijin insinerator yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu agar tercapai peringkat yang lebih baik sekaligus mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup sektor Rumah Sakit, maka diperlukan upaya dalam mengatasi kendala dan hambatan pengelolaan limbah di Rumah Sakit melibatkan sektor terkait sehingga dicapai solusi dan kesepakatan bersama karena sesuai dengan hasil PROPER penilaian Tahun 2016 untuk sektor RS, dari 138 RS yang dinilai 63 RS berperingkat biru, 75 RS berperingkat merah dan baru sekitar 63 RS yang mempunyai incinerator dan ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Harapan lain pada pertemuan ini adalah agar para peserta dari masing-masing Rumah Sakit dapat melakukan perbaikan dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di Rumah Sakit khususnya dalam penanganan limbahnya agar ada peningkatan hasil penilaian Proper, yang tahun lalu berpredikat Proper merah atau belum ikut Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat meningkatkan predikatnya menjadi Proper biru.